Sabtu, 15 Oktober 2011
Pare, Pahitnya Sebanding dengan Manfaatnya
Hampir semua orang kenal sayuran ini. Rasa pahit getir menjadi ciri khasnya. Biasa ditumis, dijadikan lalap atau dibuat campuran siomay. Ternyata rasa pahitnya tak membuat orang jera. Bahkan ada sejumlah khasiat hebat dari si pahit ini.
Pare (momordica charantia) atau dalam bahasa Mandarin 'Khu – khu' yang berarti pahit, merupakan salah satu jenis sayuran yang tumbuh merambat dengan sulur berbentuk spiral. Daunnya berbentuk jari dengan bunga berwarna kuning dan permukaan buahnya berbintik.
Banyak orang tak suka pare, karena rasanya pahit. Pare ternyata mengandung fixed oil, yang menyerupai protein insulin (polipeptida Patau insulin sayuran), glikosida, alkaloid (momordicine), elasterol, danhydroxytryptamine. Juga mengandung asam folat, vitamni (A, C, B1, B12, E), mineral, patotenic acid, lutein, likopen, dan serat.
Karena nutrisinya yang sarat, tanaman yang berasal dari kawasan Asia ini, memiliki beberapa manfaat baik untuk tubuh, di antaranya:
Diabetes
Pare mengandung senyawa insulin atau tanaman hipoglikemik yang sangat efektif dalam menjaga naiknya kadar gula dalam darah. Sebab, tanaman ini dikenal dapat meningkatkan intoleransi glukosa pada orang yang terkena serangan dari diabetes millitus atau kencing manis.
Memperlancar aliran darah
Minum jus pare setiap pagi secara rutin bisa membantu memperlancar aliran darah, yang bisa mencegah berbagai jenis penyakit kulit. Seperti, psoriasis dan infeksi jamur (kurap atau kudis), gatal-gatal, bisul serta jerawat.
Sembelit
Pare mengandung selulosa yang bisa mencegah sembelit dan juga baik untuk membantu dalam merangsang sekresi asam lambung.
Berat badan
Minum dua gelas jus pare yang dicampur susu, tiga kali sehari bisa menggempur lemak tubuh. Karena itu sangat baik dikonsumsi oleh mereka yang sedang berdiet menurunkan berat badan.
Mata
Pare memiliki beta-karoten dalam jumlah yang tinggi, sehingga baik untuk membantu mengurangi masalah penglihatan serta memelihara kesehatan mata.
Mabuk
Jus pare berfungsi untuk membantu menetralkan serta memulihkan tubuh akibat terlalu banyak minum minuman beralkohol atau mabuk.
Kolera
Pare yang dibuat jus dengan bawang merah dan air jeruk nipis bermanfaat untuk mengobati penyakit kolera pada tahap awal.
Kekebalan Tubuh
Jangan takut dengan rasa pahit sayuran satu ini. Sebab, pahitnya berkhasiat untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Daya tahan tubuh meningkat dengan makan pare secara teratur.
HIV
Uji laboratorium menunjukkan bahwa senyawa dalam pare mungkin efektif untuk mengobati infeksi HIV. Senyawa enema dari ekstrak pare menunjukkan beberapa manfaat pada orang terinfeksi HIV. Namun, hal ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut, sebelum dapat direkomendasikan.
source: detikfood
Jumat, 14 Oktober 2011
10 Tips Mencegah Kerontokan Rambut
Rambut adalah mahkota Anda. Tidak seorang pun merasa senang ketika rambutnya rontok. Sebagian kerontokan bersifat alami, karena proses penuaan terkait gen yang membuat sebagian rambut menghilang secara “terprogram”. Sebagian kerontokan lainnya tidak alami, karena perawatan rambut yang tidak tepat. Sepuluh tips berikut dapat mencegah kerontokan rambut yang tidak alami:
- Menyisir dan menyikat rambut. Menyisir dan menyikat rambut Anda setiap hari tidak hanya merapikan dan membersihkan rambut, tetapi juga meningkatkan suplai darah sehingga mengaktifkan aktivitas sel-sel kulit kepala. Gunakan sisir dengan gigi berspasi lebar dan sikat berbulu halus.
- Gunakan sampo yang tepat. Pilih sampo untuk rambut kering, normal, berminyak, berketombe, dll, sesuai kondisi rambut Anda. Cuci rambut Anda setidaknya dua kali seminggu. Selalu berkeramas dengan sampo setelah berenang di laut atau kolam renang untuk menyingkirkan garam dan klorin yang dapat merusak folikel rambut. Pastikan Anda selalu membilas rambut sampai bersih setelah selesai berkeramas.
- Gunakan kondisioner. Penggunaan kondisioner setelah keramas mengurangi upaya yang dibutuhkan untuk menyisir rambut dan membuatnya lebih mudah diatur. Penggunaan kondisioner terutama sangat dibutuhkan bila rambut Anda kering.
- Keringkan rambut basah dan jangan terlalu keras menggosok rambut dengan handuk. Saat rambut basah, strukturnya lebih rapuh sehingga harus dihindari menyisir atau menyikat terlalu kuat.
- Variasikan gaya rambut. Jika memakai gaya rambut yang memerlukan tarikan pada rambut sebaiknya diselingi gaya rambut lebih longgar untuk menghindari tarikan konstan yang menyebabkan ketegangan folikel sehingga rambut rontok.
- Jaga kecukupan protein. Karena rambut terdiri dari protein (keratin), penting sekali bagi Anda untuk mengikuti diet cukup protein untuk mempertahankan produksi rambut. Protein ditemukan pada daging, ikan, unggas, telur, susu, keju, sereal, kedelai dan kacang-kacangan.
- Jangan terobsesi dengan masalah rambut. Jangan menyentuh atau menarik rambut terus-menerus.
- Seimbangkan dan stabilkan kondisi emosi Anda. Stres dapat memicu kerontokan rambut.
- Jangan memakai wig. Penggunaan wig harus dihindari karena membuat kulit kepala Anda tidak dapat bernapas dengan baik dan mencekik lemas folikel Anda. Jilbab, helm, atau topi tidak merusak rambut Anda seperti wig, asalkan berhati-hati saat mengenakan dan melepaskannya.
- Hindari sengatan matahari ke kulit kepala- dan tubuh. Kita semua tahu mengapa sengatan matahari bisa berdampak serius bagi kesehatan secara keseluruhan. Sengatan matahari ke kulit kepala juga dapat menyebabkan folikel tidak mampu mempertahankan rambut karena luka bakar.
Rabu, 12 Oktober 2011
Kulit Cantik Karena Beras
Salah satu bahan dasar yang sudah terbukti mampu mempercantik kulit perempuan adalah beras. Beras dipercaya bisa memberikan kelembaban pada kulit, terutama pada area wajah, sekaligus untuk memutihkan kulit.
"Hal ini berlaku untuk semua jenis beras, karena beras memiliki kandungan squalane oil. Sampai saat ini karena dipengaruhi berbagai macam faktor, beras Jepang adalah beras yang memiliki kandungan squalane oil yang tinggi," ungkap Henny Maria Anastasia, konsultan spa, kepada Kompas Female, saat peluncuran Citra Spotless White UV di La Piazza, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Minggu (9/10/11) lalu.
Melalui squalane oil tersebut, beras memberi asupan air pada kulit sehingga dapat melembabkan kulit. Selain itu, ekstrak beras juga bisa membantu meningkatkan produksi kolagen yang berfungsi untuk meningkatkan elastisitas kulit. Kandungan penting lainnya pada beras adalah vitamin E, yang mampu menutrisi kulit sehingga tampak lebih muda.
Penggunaan beras jepang ini sudah dibuktikan langsung oleh kaum perempuan Jepang yang rata-rata memiliki kulit bersih dan putih. Mereka biasa menumbuk beras hingga halus, lalu menambahkan air dan mengambil sarinya. Kemudian, ekstrak beras ini dibalurkan ke seluruh tubuh. Selain itu, para perempuan Jepang juga terbiasa menggunakan air rendaman beras untuk membasuh kulit mereka. Hasilnya, sel-sel kulit mati terangkat, dan kulit pun menjadi lebih halus dan tampak cerah.
Pengolahan beras untuk kecantikan bisa dilakukan dalam dua jenis, yaitu dalam bentuk tepung (lulur), dan fermentasi, yang kemudian dibalurkan ke seluruh tubuh. "Sebenarnya banyak sumber daya alami di Indonesia yang bisa dimanfaatkan untuk kecantikan, tak harus beras jepang. Sayangnya, hal ini belum tereksplorasi dengan baik," tukas pemilik The Secret Spa & Salon ini.
sources: kompas
Selasa, 11 Oktober 2011
Manfaat Lain Cabai
Kulit cerah dan sehat, siapa yang tak ingin memilikinya. Terutama kaum hawa. Bagaimana caranya?
Pelembab dan tabir surya dapat membantu menjaga Anda cari muda, tapi kulit Anda juga harus dipelihara dari dalam dan cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan memilih diet yang tepat.
Dikutip dari bbc.goodfood makan lebih banyak cabai merah dan sayuran mengandung antioksidan kuat yang membantu melindungi terhadap kerusakan sel yang disebabkan oleh radikal bebas, yang meliputi merokok, polusi dan sinar matahari.
Vitamin C adalah salah satu antioksidan yang paling kuat. ditemukan di semua buah dan sayuran tetapi terutama dalam buah jeruk, paprika merah, jambu biji dan buah kiwi. Betakaroten, ditemukan di labu, wortel, dan kentang manis, dan lutein, yang ditemukan dalam kangkung, pepaya dan bayam juga potensial antioksidan.
source: tribunnews
Sabtu, 01 Oktober 2011
Tips Buah dan Sayuran Bebas Pestisida
Buah dan sayur sudah dipercaya sebagai makanan sehat yang kaya serat. Namun laporan kesehatan terbaru justru menemukan 67 jenis pestisida yang akhirnya membuat buah dan sayur menjadi 'kotor'.
Pestisida merupakan bahan kimia yang digunakan untuk mengendalikan, menolak, memikat atau membasmi hama, penyakit dan gulma yang tidak berpengaruh pada tanaman. Pestisida seringkali disebut sebagai 'racun'. Tapi banyak petani yang menggunakan pestisida untuk mencegah kerusakan atau pembusukan.
Dalam jumlah tertentu, penggunaan pestisida untuk tanaman buah dan sayur masih dapat ditolerir tubuh. Namun bila jumlahnya berlebihan, bisa membahayakan untuk kesehatan, seperti menyebabkan kanker, ADHD pada anak, gangguan sistem saraf, gangguan tiroid dan melemahkan sistem kekebalan tubuh.
Agar hal buruk tak terjadi pada Anda dan keluarga, ada baiknya mengetahui cara menghilangkan pestisida dari sayur dan buah yang benar. Seperti yang dikutip dari Hubpages, berikut 10 cara tersebut.
1. Cuci tangan Anda dengan sabun dan air mengalir sebelum memegang produk makanan, termasuk saat akan mencuci buah dan sayur.
2. Cuci buah dan sayur dengan air bersih dan mengalir untuk membersihkan sisa-sisa tanah dan kotoran yang menempel.
3. Gunakan sikat gigi atau sikat yang lembut untuk membersihkan pestisida dari buah dan sayur, serta tetap gunakan air yang mengalir.
4. Buang daun terluar dari sayuran berdaun dan kemudian bilas dengan air bersih dan mengalir.
5. Kupas kulit sayur dan buah yang memiliki kulit tebal, terutama buah dan sayur yang dilapisi lilin.
6. Untuk menghilangkan lilin juga bisa dengan dicuci dengan air hangat yang dicampur garam dan air lemon atau cuka.
7. Jangan gunakan deterjen atau sabun yang dapat meninggalkan sisa bahan kimia lain di buah dan sayur.
8. Memasak membantu mengurangi beberapa sisa pestisida dalam buah dan sayur yang tidak hilang saat dikupas atau dicuci.
9. Sebaiknya belilah buah dan sayur organik bila Anda tetap takut dengan pestisida.
10. Jika memiliki kebun, Anda juga bisa menanam sendiri buah dan sayur sehingga dapat dipastikan tidak mengandung pestisida.
source: wolipop
Pestisida merupakan bahan kimia yang digunakan untuk mengendalikan, menolak, memikat atau membasmi hama, penyakit dan gulma yang tidak berpengaruh pada tanaman. Pestisida seringkali disebut sebagai 'racun'. Tapi banyak petani yang menggunakan pestisida untuk mencegah kerusakan atau pembusukan.
Dalam jumlah tertentu, penggunaan pestisida untuk tanaman buah dan sayur masih dapat ditolerir tubuh. Namun bila jumlahnya berlebihan, bisa membahayakan untuk kesehatan, seperti menyebabkan kanker, ADHD pada anak, gangguan sistem saraf, gangguan tiroid dan melemahkan sistem kekebalan tubuh.
Agar hal buruk tak terjadi pada Anda dan keluarga, ada baiknya mengetahui cara menghilangkan pestisida dari sayur dan buah yang benar. Seperti yang dikutip dari Hubpages, berikut 10 cara tersebut.
1. Cuci tangan Anda dengan sabun dan air mengalir sebelum memegang produk makanan, termasuk saat akan mencuci buah dan sayur.
2. Cuci buah dan sayur dengan air bersih dan mengalir untuk membersihkan sisa-sisa tanah dan kotoran yang menempel.
3. Gunakan sikat gigi atau sikat yang lembut untuk membersihkan pestisida dari buah dan sayur, serta tetap gunakan air yang mengalir.
4. Buang daun terluar dari sayuran berdaun dan kemudian bilas dengan air bersih dan mengalir.
5. Kupas kulit sayur dan buah yang memiliki kulit tebal, terutama buah dan sayur yang dilapisi lilin.
6. Untuk menghilangkan lilin juga bisa dengan dicuci dengan air hangat yang dicampur garam dan air lemon atau cuka.
7. Jangan gunakan deterjen atau sabun yang dapat meninggalkan sisa bahan kimia lain di buah dan sayur.
8. Memasak membantu mengurangi beberapa sisa pestisida dalam buah dan sayur yang tidak hilang saat dikupas atau dicuci.
9. Sebaiknya belilah buah dan sayur organik bila Anda tetap takut dengan pestisida.
10. Jika memiliki kebun, Anda juga bisa menanam sendiri buah dan sayur sehingga dapat dipastikan tidak mengandung pestisida.
source: wolipop
Langganan:
Komentar (Atom)




